Selasa, 21 Februari 2012

Biaya berobat di Rumah Sakit


Mohon maaf teman-teman lama saya tidak menulis... namun kali ini saya punya sesuatu yang perlu kita sharingkan ... mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua...

Seminggu yang lalu anak teman saya ( 9 th) sakit panas, disamping panas yang tidak kunjung turun, faktor susah makan dan kurangnya asupan nutrisi pada si anak menyebabkan teman saya memutuskan untuk dirawat di RS.

Sebenarnya teman saya punya fasilitas mendapat pengobatan dengan memakai asuransi Kesehatan (ASKES) namun saya tidak mengerti kenapa beliau memilih untuk berobat di fasilitas kesehatan swasta (tidak menggunakan fasilitas askesnya)

Kali ini saya mau share tentang biaya yang dikeluarkan bila kita berobat rawat inap di Rumah Sakit :

Untuk biaya kamar/hari sudah termasuk biaya visite dokter di Kab/kota Probolinggo.

kelas 3 Rp.75.000

Kelas 2 Rp.100.000

Kelas 1 Rp.150.000

VIP Rp.200 .000

Namun tahukah anda bahwa untuk perawatan 5-6 hari tagihan biaya perawatan teman saya pada saat mengambil fasilitas VIP dengan biaya kamar plus visite dokter di RS. Tagihan totalnya bisa 4,4 Juta.

Kenapa hal ini bisa terjadi ?

Apa perbedaan perawatan di Rumah Sakit dan Menginap di Hotel ?

Bila kita menginap di Hotel, berapapun harinya kita menginap kita sudah bisa menghitung berapa biaya yang harus kita keluarkan di tambah berapa biaya lain-lain (mini bar, pesan makanan di hotel dll)

Namun bila kita di dirawat RS biaya kamar kira-kira hanya 30% dari biaya total tagihan RS. banyak komponen biaya yang jauh lebih besar dan perlu kita cermati dari pada sekedar biaya kamar :

Komponen biaya tersebut adalah :

Visite Dokter (setiap kali visite)

Dokter umum Rp.20.000-30.000

Dr. Spesialis Rp. 40.000-60.000

Jasa Perawat (setiap kali melakukan tindakan)

Tindakan tiap melakukan suntikan/pasang infus dll : Rp. 5.000-15.000

Biaya Obat :.... ?

Biaya Rontgen : tergantung pemeriksaan Rp.... ?

Biaya Laboratorium : tergantung pemeriksaan ..... Rp.... ?

Biaya lain-lain : ... ?

Biaya Obat :

Kali ini saya akan share komponen biaya obat karena Biaya obat merupakan komponen terbesar dari seluruh biaya perawatan di RS. Untuk rawat inap biaya obat berkisar kurang lebih 60-70% total biaya tagihan.

Tagihan obat ini akan lebih besar bisa pasien mengambil kelas VIP dan mendapatkan obat-obatan merek dagang atau merek Original.

Sebagai contoh bila kita menggunakan obat generik / Obat standart Asuransi

Untuk Pemakaian Obat oral spt : Amoxicilin tab 500mg 10 tab biayanya kurang lebih 5.000-10.000, tetapi kalau kita mendapatkan resep obat merek dagang walaupun bukan merk original (Misal : Amoxan, Kalmoxillin, Intermoxil dll) untuk jumlah yang sama (10 tab) bisa menghabiskan biaya berkisar 30.000-50.000 (hampir sepuluh kali lipat), demikian halnya untuk obat-obatan antibiotik injeksi (misal ceftriaxon 1 g inj = Rp.8000, Resep ceftriaxon merek dagang (apapun mereknya variasi harganya bisa berkisar Rp. 120.000 – Rp.150.000 per Vial ) artinya harga obat-obat injeksi untuk pabrik mee to saja berkisar antara 15-20 kali lipat harga obat generik... wow gila bukan.....) .

Belum lagi kalau kita mendapatkan obat infus, oksigen, alat kesehatan habis pakai dll selama perawatan di RS.

Singkat cerita Anak teman saya tersebut pada hari senin suhu badannya sudah mulai stabil (normal) dan hari selasa sudah diperbolehkan pulang.

Nah sekarang tinggal kita menghitung berapa tagihan anak teman saya tsb selama di RS ?

Pasien Anak tsb masuk RS hari kamis jam 22.00 WIB dan pulang Selasa jam 16.00WIB. Menurut perhitungan RS dihitung mulai Hari : kamis, Jum’at, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa = jadi dirawat selama 6 hari.

Sehingga perhitungan tagihan untuk 6 hari untuk kamar VIP = 6x200.000 = Rp.1,2 jt

Namun berapa tagihan totalnya ?

Tagihan total ternyata sekitar Rp. 4,4 juta.

Kenapa bisa 4,4 juta Juta ?

Ternyata ada komponen lain-lain sebesar 3,2 Juta

Ternyata komponen lain-lain tsb yang terbanyak adalah :

1. 1.Biaya Obat = 2,7 jt

2.Biaya perawatan = 300 rb

3. Biaya laboratorium = 400 rb

Biaya lain lain inilah yang terkadang tidak kita sadari atau tidak kita cermati.

Bersambung.

Minggu, 05 Februari 2012

MENGENANG HARI KANKER SEDUNIA


Human Papilloma Virus, Penyebab Kanker Leher Rahim


Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak pengidapnya di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan negara kedua di dunia –setelah Cina– yang memiliki pengidap kanker leher rahim terbanyak. Padahal kanker yang sering disebut kanker mulut rahim ini termasuk kanker yang mudah dideteksi secara dini dan bisa dicegah/diobati sebelum berkembang lebih lanjut.

Hampir semua (99%) kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Infeksi human papilloma virus adalah sesuatu yang sangat mudah terjadi. Diperkirakan tiga per empat dari jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seks, laki-laki maupun perempuan, mengalaminya.

Tidak beda dengan flu, kebanyakan infeksi HPV dapat sembuh sendiri, sehingga penderita tidak pernah menyadarinya. Hanya sebagian kecil infeksi HPV yang menjadi infeksi menahun, kemudian berkembang menjadi kanker.

Kutil

Bintil-bintil di kulit yang bentuknya menggelembung seperti bunga kol? Itu salah satu “jejak” serangan human papilloma virus (papilloma = bintil/kutil). Virus human papilloma jenisnya lebih dari 100 macam, yang masing-masing diberi nomor untuk membedakan jenis satu dengan jenis lainnya. 60 jenis di antaranya menyebabkan kutil-kutil kulit yang tidak berbahaya. Sisanya merupakan HPV tipe mukosal, yaitu hanya menyerang selaput-selaput lendir seperti yang terdapat pada mulut, kerongkongan, ujung penis, vagina, leher rahim, dan dubur. Tipe mukosal disebut juga HPV genital, karena yang paling sering diserang adalah area kelamin. Ada yang menimbulkan kutil di vagina atau penis, yang lazim disebut dengan penyakit “jengger ayam”, yaitu HPV tipe 6 dan 11, tetapi ini tidak akan menjadi kanker.

Yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV genital tipe 16, 18, 31, 35, 39, 45, 51, 52, dan 58. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.

Virus ini menular terutama melalui hubungan seks, termasuk anal sex, oral sex, dan hand sex. Sebagian besar di antaranya terinfeksi pada umur 15-30 tahun, yakni dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama. Orang yang terinfeksi HPV genital biasanya tidak tahu dia terinfeksi, karena infeksi ini tidak menimbulkan gejala sama sekali (kecuali yang menimbulkan “jengger ayam”), dan sistem kekebalan tubuh segera menyerang supaya virus ini mati atau lemah –sehingga tidak aktif.


Sampai sekarang infeksi human papilloma virus belum dapat diobati, tetapi sistem pertahanan tubuh yang baik dapat menyembuhkan 90% di antaranya dalam waktu 2 tahun. Sisanya tetap aktif, atau ada tetapi tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular ke orang lain, sewaktu-waktu aktif lagi (kalau daya tahan tubuh menurun), atau mengubah sel leher rahim menjadi sel pra kanker, yang bertahun-tahun kemudian dapat menjadi kanker.

Vaksinasi

Cara terbaik untuk mencegah infeksi human papilloma virus (juga untuk mencegah serangan segala macam virus lainnya) adalah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar dengan pola hidup seimbang: cegah stres, hindari polusi, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, cukup olahraga, cukup istirahat. Klasik ya? Tapi memang itulah yang terbaik.

Infeksi HPV juga dapat dicegah dengan vaksinasi, dan akibat yang ditimbulkannya (kutil, lesi pra kanker, maupun kanker stadium dini) dapat mudah dideteksi dan diobati. Vaksin yang tiga kali disuntikkan di lengan ini mampu melindungi kita dari empat tipe HPV penyebab kanker dan “jengger ayam”, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18, selama empat tahun. Sebaiknya vaksinasi diberikan kepada para gadis yang belum pernah melakukan aktivitas seksual. Orang yang sudah pernah melakukan aktivitas seksual kemungkinan besar sudah pernah terinfeksi HPV. Jika yang menginfeksinya bukan virus tipe 6, 11, 16, dan 18, maka vaksinasi ini masih ada gunanya.

Walaupun sudah menjalani vaksinasi, wanita yang sudah melakukan aktivitas seksual seyogyanya melakukan pemeriksaan pap smear berkala secara rutin. Pemeriksaan ini mudah, murah, dan efektif untuk mendeteksi adanya sel abnormal akibat HPV, misalnya lesi pra kanker maupun kanker stadium dini. Kanker leher rahim yang ditemukan pada stadium dini lebih mudah disembuhkan.

Ingin Solusi Sehat hub. 081939505477

WASPADAI KANKER PAYUDARA



Kanker payudara adalah momok menakutkan yang mengintai para wanita. Di Indonesia, penyakit ini adalah pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker leher rahim. Apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari jeratannya?

Simak tips berikut ini.

Rutin Berolahraga
Menurut Debbie Saslow dari American Chemical Society/ACS, olahraga menurunkan kadar estrogen yang dikaitkan dengan a/">kanker payudara. Untuk mendapatkan hasil maksimal, cobalah melakuakn aktivitas yang menggerakkan jantung selama 45-60 menit, minimal 3 kali seminggu. Olahraga sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu juga tetap bermanfaat.

Jaga Berat Badan
Menurut Heather Spencel Feigelson, PhD, MPH dari ACS, penambahan berat badan sebanyak 10 kg saja di usia dewasa ikut meningkatkan risiko penyakit a/">kanker payudara. Selain itu, penambahan berat badan juga memicu berbagai penyakit. Jadi, jika berat badan Anda tergolong berlebih, cobalah menurunkannya dan pertahankan dalam batas yang sehat.

Konsumsi Vitamin D
Penemuan baru yang dipresentasikan di American Society of Clinical Oncologists menyebutkan pasien a/">kanker payudara yang kekurangan vitamin D berisiko 94 persen lebih besar mengalami penyebaran a/">kanker payudara dibandingkan yang memiliki vitamin D dalam kadar cukup. Andrew Kaunitz, MD, profesor bidang obstetri dan ginekologi dari University of Florida College of Medicine-Jacksonville menganjurkan kita mengkonsumsi 800-1000 (IU) vitamin D sehari.

Batasi Alkohol

Data terbaru dari National Cancer Institute menyebutkan bahwa perempuan yang minum satu atau dua takar alkohol sehari berisiko 32 persen lebih besar menderita a/">kanker payudara. Selain itu, mereka yang mengkonsumsi lebih banyak, berisiko 51 persen lebih besar. Para pakar menganjurkan agar Anda minum alkohol tidak lebih dari 1 gelas per hari, bahkan jika perlu, dihentikan.

Lakukan SADARI

Menurut Eva Singletary, MD, dari MD Anderson, memang hanya sekitar 15 persen /">kanker payudara dideteksi oleh pasien sendiri. Namun, rajin melakukan SADARI (pemeriksaan sendiri), plus pemeriksaan rutin ke dokter, jika mencurigai adanya benjolan tak wajar bisa menjadi kunci utama pencegahan. Di Eropa atau Amerika, jumlah penderita /">kanker payudara tidak begitu banyak karena kesadaran melakukan deteksi dini di negara-negara tersebut sudah berkembang baik. Kebanyakan /">kanker payudara ditemukan pada stadium awal, sehingga dapat segera diobati dan disembuhkan.

Rabu, 21 Desember 2011

MENGEMBANGKAN KUALITAS DAN BERBAGI NILAI POSITIF


Sebuah ruangan di lantai lima Citywalk Sudirman, Jakarta, begitu meriah, Kamis (15/12) malam lalu. Lebih dari 700 orang berkumpul. Dengan penuh antusias dan gembira, mereka dengan penuh semangat mengikuti acara hingga tuntas.

Sorak-sorai dan tarian malam itu adalah acara pembuka untuk membangkitkan semangat orang-orang tersebut. Dan, memang betul. Meski mulanya tampak letih selepas bekerja seharian, mereka menjadi kembali bersemangat.

Begitulah cara Freedom Faithnet Global (FFG) memulai kegiatannya. Acara malam itu yang juga dihadiri anggota komunitas ini dari sejumlah negara, merupakan pertemuan rutin bagi anggota yang digelar tiap Kamis malam. Tak cuma di Jakarta, acara yang disebut Welty Cell ini juga diadakan serentak di kota-kota lain di seluruh Indonesia. Termasuk di beberapa kota di luar negeri.

Welty Cell adalah salah satu kegiatan rutin FFG. Dalam acara ini, mereka tak sekadar berkumpul. Lebih dari itu, acara tersebut merupakan ajang berbagai pengalaman hidup, sekaligus menjadi kesempatan bagi anggota komunitas untuk belajar berbagai hal, mulai dari motivasi diri, kepemimpinan, hingga kewirausahaan.

Pengembangan kualitas manusia memang menjadi tujuan utama FFG. Komunitas ini didirikan oleh Onggy Hianata, W.S. Yong, dan Mystere Teh. Dua nama terakhir merupakan motivator asal Malaysia.

Menurut Onggy, manusia merupakan aset paling berharga, baik bagi perusahaan, lingkungan, maupun negara. Jika setiap orang bisa meningkatkan kualitas hidupnya, lingkungan di sekitarnya turut memiliki kualitas yang tinggi. Pekerjaan untuk membangun manusia berkualitas bukanlah hal mudah. Karena itulah, ia terinspirasi membangun FFG.

Komunitas ini pun menjadi semacam sekolah informal bagi para anggota. Berbeda dengan sekolah formal yang lebih menekankan pada intelegensi, Onggy bilang, sekolah informal ini lebih menekankan pada aspek kecerdasan emosional. “Orang dengan IQ tinggi tanpa kecerdasan emosional yang tinggi tentu akan gagal di masyarakat,” ujar Onggy.

Onggy mulai merintis komunitas ini sejak sepuluh tahun lalu. Waktu itu, namanya cuma Faithnet. Namun, sejak pertengahan 2009, ia merangkul Freedom International untuk bergabung. Mulai saat itu, nama komunitas itupun menjadi Freedom Faithnet Global.

Perkembangan komunitas ini bisa dibilang luar biasa. Kini, anggota yang terdaftar di FFG mencapai lebih dari 100.000 orang. Memang, anggota yang aktif paling-paling hanya sekitar 5.000 hingga 10.000 orang. Tetapi, jumlah sebanyak itu tentu cukup mengesankan.

Tak cuma itu, komunitas ini telah melebarkan sayap hingga ke 50 negara di lima benua. Dari Asia, sebut saja, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Hong Kong, Arab Saudi, dan Iran. Dari benua Afrika, ada Kamerun, Afrika Selatan, Pantai Gading, Ghana, serta Kongo.

Anggota yang berasal dari Eropa juga tak sedikit. Mereka berasal dari Jerman, Inggris, Belanda, dan Austria. Lalu, ada juga anggota dari Australia dan Brasil di benua Amerika. “Jumlah anggota di seluruh dunia lebih dari satu juta orang,” klaim Yulianny, aktivis FFG.

Anggota dari luar negeri pun tak sekadar mengikuti kegiatan di negara mereka masing-masing. Mereka juga antusias datang ke Indonesia untuk mengikuti acara FFG yang bertajuk Life Changing Bootcamp.

Inisiasi anggota

Bootcamp termasuk kegiatan inti FFG. Acara ini menjadi semacam inisiasi bagi mereka yang mau masuk menjadi anggota komunitas. Kegiatan yang sudah dimulai sejak sekitar delapan tahun lalu ini rutin digelar setiap dua bulan sekali di kawasan Puncak, Bogor.

Tema acara bootcamp adalah Value Your Life. Pemilihan tema ini tentu bukan tanpa alasan. Onggy menjelaskan, setiap orang pada dasarnya mencintai kedamaian dan peduli kepada orang lain. Cuma, karena berbagai kepentingan baik bisnis maupun politik, sikap dasar tersebut seringkali hilang.

Dengan Life Changing Bootcamp, Onggy menuturkan, orang diajak untuk berubah dan kembali peduli terhadap sesama. Dengan metode simulasi selama tiga hari, peserta digiring untuk membongkar berbagai kepentingan yang selama ini menjadi beban hidupnya. “Mengubah cara pandang terhadap hidup menjadi individu yang tangguh,” tuturnya.

Yulianny mengisahkan, banyak anggota yang mengikuti kegiatan bootcamp benar-benar mengalami berbagai perubahan hidup. Kebiasaan-kebiasaan buruk pun menghilang selepas acara tersebut. “Seperti merokok, minum-minuman keras, ataupun trauma-trauma tertentu hilang,” ungkap dia.

Yulianny menganalogikan bootcamp seperti sebuah komputer yang direset ulang. Anggota komunitas yang mengikuti kegiatan ini akhirnya bisa menemukan potensi mereka yang sebenarnya. Bandar dan pecandu narkoba pun berhenti memakai barang haram itu setelah mengikuti bootcamp.

Memang, Onggy mengakui, tak semua orang merasakan manfaat yang sama. Ada juga yang tak mengalami perubahan apa pun selepas mengikuti acara tersebut. Tergantung masing-masing peserta. Sebab, perubahan dan nilai positif bisa diperoleh jika datang dengan pikiran terbuka. “Namun, kegiatan ini bukan tempat mesin cuci otak,” tegas Onggy.

Perubahan paska mengikuti bootcamp juga dirasakan Yamal Hasmanan. Presiden direktur sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti ini menjadi anggota FFG sejak pertengahan 2009 lalu. “Ibarat mobil, saya seperti melakukan reengine dan siap untuk melaju di sirkuit apa pun,” paparnya.

Salah satu perubahan kecil yang dialami Yamal adalah lenyapnya kebiasaan merokok. Padahal, ia termasuk perokok aktif selama 25 tahun. Baik di mobil, di rumah, maupun di kantor, dia tak bisa meninggalkan kebiasaan tersebut.

Setelah mengikuti bootcamp selama tiga hari, Yamal merasa harus berubah. Dan, perubahan paling mudah yang bisa dilakukannya adalah berhenti merokok. Padahal, sebelumnya, berhenti merokok ia anggap sebagai hal yang paling sulit untuk dilakukan.

Tentu saja, perubahan hidup Yamal tak cuma soal rokok. Dia mengaku, banyak hal positif yang diperolehnya. Menjadi lebih sabar, misalnya. Padahal sebelumnya, Yamal termasuk orang yang arogan dan tak sabaran. Ia pun merasa makin mesra dengan keluarganya.

Sebagai orang nomor satu di perusahaannya, Yamal juga sebelumnya harus menjaga jarak dan citra di depan para karyawannya. Kini, ia selalu tersenyum dan menyapa semua karyawan, dari satpam hingga office boy. “Karyawan saya sekarang menjuluki saya funky director,” katanya bangga.

Bagi anggota FFG, perubahan ke arah yang lebih baik tidak hanya dinikmati sendiri saja. Bagi komunitas ini, nilai-nilai positif yang mereka dapat harus disebarkan kepada sesama, baik di lingkungan keluarga, kerja, maupun sosial.

Inilah yang dirasakan Sudarmono Djoko Nugroho yang menjadi anggota FFG sejak pertengahan 2008 lalu. Mulanya, hanya istrinya, Ary Hellya, yang ikut FFG. Ia sendiri tak tertarik dengan kegiatan sang istri. “Saya juga semula tidak mendukung kegiatan tersebut karena kesannya cuma menghabiskan waktu,” ungkapnya.

Berbagi kasih

Namun, suatu ketika, Sudarmono dipaksa untuk mengikuti sebuah kegiatan FFG yang dikenal dengan nama D&A Nite. Acara ini merupakan seminar yang diadakan tiap tiga bulan sekali. Tak jauh dengan Welty Cell, kegiatan ini juga berisi mengenai pengembangan diri, kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan.

Nah, saat mengikuti acara tersebut, Sudarmono mendengarkan testimoni dari salah seorang anggota. Kisah yang memilukan itu ternyata mampu menyentuh kebekuan hati Sudarmono selama ini. Tanpa sadar, ia pun menangis.

Padahal, lama sudah Sudarmono tak bisa menangis. Bahkan, saat anaknya meninggal dunia sekali pun, dia tak menitikkan air mata. Kematian, bagi Sudarmono, adalah sebuah takdir yang tak perlu ditangisi. “Namun, malam itu, saya menangis dan merasa hidup saya ternyata masih begitu beruntung,” aku Sudarmono.

Peristiwa malam itu benar-benar mengubah pria yang menduduki jabatan vice president business development sebuah perusahaan kontraktor minyak dan gas asing ini. Sejak itu, Sudarmono bergiat di komunitas tersebut dan aktif mengajak teman-teman dan koleganya bergabung.

Tak cuma sampai di situ. Sudarmono pun menularkan nilai-nilai positif yang ia peroleh kepada orang-orang di sekitarnya. Sebab itu, ruang kantornya selalu terbuka untuk siapa pun yang memiliki masalah. Ia juga menjadi semakin banyak membantu orang lain. “Bagi saya, kebahagiaan adalah jika kita bermanfaat buat lingkungannya,” ujar Sudarmono.

Salah satu kegiatan nyata komunitas ini lainnya adalah FFG Berbagi Kasih yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini serupa bakti sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti panti asuhan maupun panti jompo. “Bukan cuma membantu materi, tapi juga mengajak mereka ngobrol,” imbuh Onggy.

Raoul Rubben, salah satu anggota FFG asal Kamerun, mengakui manfaat besar yang ia peroleh dari komunitas ini. FFG sudah memberikan banyak perubahan yang berarti bagi diri dan hidupnya. Karena itu, “Saya berharap sekali, bendera FFG bisa berkibar di seluruh Afrika,” ujar pria yang berprofesi sebagai dokter ini.


Ingin bergabung di Club Ini : Hub o81703742054

Minggu, 20 November 2011

EVIDENCE BASE MEDICINE (EBM)


EBM adalah penggunaan teliti, tegas dan bijaksana berbasis bukti saat membuat keputusan tentang perawatan individu pasien. Praktek EBM berarti mengintegrasikan individu dengan keahlian klinis terbaik eksternal yang tersedia bukti dari penelitian sistematis (DL Sackett).

EBM ini digunakan Sebagai Paradigma baru ilmu kedokteran , Dasar praktek kedokteran harus berdasar bukti ilmiah yg terkini dan dipercaya (baik klinis maupun statistik)

Mengapa EBM Diperlukan ?

Infromasi selalu berubah (update) ttg diagnose, prognosis, terapi dan pencegahan, promotif dan rehabilitatif sangat diperlukan dlm praktek sehari-hari

Info tradisional (text book) dianggap tidak layak pada saat ini

Informasi detailer sering keliru dan menyesatkan

Bertambahnya pengalaman klinik kemampuan mendiagnose (clinical judgement) juga meningkat tetapi kemampuan ilmiah serta kinerja klinik menurun secara bermakna.

Meningkatnya jumlah Pasien -> waktu pelayanan semakin banyak -> waktu update ilmu semakin berkurang

Apa sih sebenarnya EBM itu ?

Merupakan Keterpaduan antara :

  1. Bukti ilmiah yg berasal dari studi yg dipercaya (best research evidence)
  2. Keahlian Klinis (clinical expertise)
  3. Nilai-nilai yang ada dalam masyarakat (patient values)

Nah sekarang kita tahu untuk menjadi EBM ternyata tidak cukup mengandalkan bukti ilmiah saja tetapi keahlian klinis dan nilai-nilai yang ada dimasyarakat tetap menjadi suatu pertimbangan yang penting...ok

Selamat bagi teman-teman praktisi yang telah melakukan praktek.... mari kita kembangkan dan kita padukan pengalaman praktek, pengalaman mengelola pasien dan nilai-nilai yang ada dimasyarakat dengan bukti ilmiah ..... dari sini anda punya kontribusi BESAR dalam menyumbangkan apa yang disebut dengan EVIDENCE BASE MEDICINE...